23 Jan 2016

Operating lease vs Capital lease


Leasing merupakan equipment Funding artinya pembiayaan peralatan barang modal untuk digunakan pada proses produksi baik secara langsung maupun tidak langsung. Seorang manajer dalam memperoleh jabatan baru akan cenderung akan menunjukkan keuntungan/performance laporan keuangan yang lebih baik dari periode sebelumnya. Laporan keuangan yang terlihat baik dapat dilakukan dengan metode dalam akuntansi salah satunya yakni menerapkan operating lease atau capital lease dalam kegiatan operasi perusahaan.
Operating lease merupakan kegiatan operasi tanpa melibatkan adanya asset atau modal dalam kegiatan operasi perusahaan sedangkan capital lease yakni mempergunakan asset dalam kegiatan operasi perusahaan sehingga memunculkan biaya modal yang lebih besar baik yang bersumber dari hutang maupun penerbitan saham baru. Biaya sewa yang lebih rendah pada operating lease akan menghasilkan profits yang lebih tinggi sehingga performa laporan keuangan terlihat mengalami peningkatan. Sedangkan apabila perusahaan menerapkan capital lease maka porsi hutang maupun porsi saham menjadi lebih besar dan efeknya akan memunculkan biaya depresiasi dan biaya bunga apabila sumber leasing berasal dari biaya modal.
Laporan keuangan akan terlihat lebih menarik di mata investor ketika perusahaan menerapkan operating leasing. Capital leasing dikomparasikan ke dalam rasio maka current asset nya menjadi lebih rendah atau tingkat Return on Asset atau Return on Equity juga menjadi tidak sebagus rasio nya ketika menerapkan operating leasing. Manajer dalam hal ini lebih mengutamakan laporan keuangan yang terlihat bagus dalam jangka pendek daripada harus mengeluarkan biaya modal untuk kegiatan operasi jangka panjang.
Penerapan capital leasing juga berdampak biaya expense yang lebih besar berupa biaya perawatan asset yang ada. Effect on Financial Statement Operating Leasing
a. Delay Expense recognitions; stable expense
b. Understate assets and current liability
c. better current assets ratio and current liability ratio
d. stable profits graph
e. understate operating cash flow and overstate Financing cash flow Capital Leasing

Effect on Financial Statement Capital Leasing
a. Recognize expense happened; Volatile graph expense
b. Overstate Long term Liability and Assets
c. Volatile profits graph
 d. Overstate operating cash flow and financing operating cash flow

 Adapun praktik window dressing perusahaan yakni, seorang manajer akan melakukan tambahan produksi dan memerlukan asset baru. Anggaran untuk membeli asset tidak ada sehingga jalan satu-satunya mengajukan kredit melalui leasing. Perusahaan leasing yang akan melunasi asset produksi sehingga perusahaan dapat mencatat pembiayaan tersebut sebagai biaya angsuran atau pun biaya sewa. Secara otomatis asset perusahaan bertambah namun jumlah hutang tidak ada maka rasio current asset menjadi baik.
Ada lagi saat long term liability untuk membeli asset dilunasi dan menjadi current liability sehingga return on Investment yang disajikan kepada investor akan terlihat baik. Hal ini merupakan praktik seorang manajer dalam menerapkan metode agar laporan keuangan terlihat baik. Sehingga sebagai seorang analis laporan keuangan maka hal yang menjadi fokus utama bukan hanya angka, data, dan judgment saja akan tetapi metode akuntansi yang diterapkan dikarenakan accounting analisis akan menjadi dasar dalam financial analisis dan prospektif analisis.

 Thank you Mr. Boim Big chances to be your students. :)

Business analysis and Financial Analysis


< Business analisis merupakan sebuah analisis untuk menjaga competitive advantage dan mengembangkan bisnis perusahaan. Informasi yang dipergunakan dalam menganalisis bisnis tidak hanya mempergunakan data kuantitatif saja namun analisis kualitatif juga perlu dipertimbangkan dalam business analisis. sedangkan Finansial analisis adalah bagian dari bisnis analisis (juga disebut sebagai analisis akuntansi laporan keuangan atau analisis keuangan ) mengacu pada organisasional penilaian dari stabilitas dan profitabilitas dari bisnis, sub-business atau proyek. Dalam analisis keuangan kegiatan yang dilakukan yakni berupa forecast menentukan nilai intrinsik(fundamental) suatu perusahaan & analisis keuangan, varians analisis, penganggaran laporan, konsolidasi laporan, kelompok identifikasi KPIs, pelaporan dari rasio, dan lain-lain. Nilai fundamental suatu perusahaan berdasarkan saham yang tertera pada nilai pari perusahaan. Par value menunjukkan bagaimana kinerja dan operasi suatu perusahaan berbasis income. Income dipergunakan untuk memprediksi nilai suatu perusahaan di masa yang akan datang. Analisis laporan keuangan diperlukan investor untuk memprediksi nilai fundamental perusahaan. Analisis laporan keuangan terdiri dari 3 jenis analisis yakni Accounting analisis, Prospektif analisis, dan Finansial analisis. Analisis laporan keuangan ditekankan untuk menentukan nilai intrinsic perusahaan. Ketika nilai intrinsik perusahaan lebih besar dari nilai market nya maka perusahaan berada dalam posisi undervalue dilihat dari segmen pasarnya dan perusahaan harus menjual sahamnya. Accounting analisis dilakukan pertama kali dalam analisis untuk mengkonfirmasi angka-angka data dan judgement yang disajikan dalam laporan keuangan telah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dan accounting analisis merupakan dasar melakukan financial analisis dan prospektif analisis. Akuntansi perusahaan harus merefleksikan accounting income dan economic income yang sebenarnya. Financial analisis dapat terdiri dari analisis rasio yang menunjukkan nilai intrinsic perusahaan dilihat berdasarkan rasio keuangannya. Rasio tersebut dapat berupa profitability analisis, limited of source and fund (efisiensi dan effektifitas dana perusahaan), likuiditas, credit analisis (liability, cash flow, and long term solvency) dan valuation analisis (dividen/earnings dengan market place nya). Adanya finansial analisis memiliki different purpose yang dapat dijadikan tools dalam pembuatan keputusan. Prospective analisis merupakan analisis berkaitan dengan kegiatan forecast intrinsic value perusahaan dimasa yang akan datang dan menentukan nilai/modal (cash flow, earnings, dividend). Accounting to penman (2001) which accounting should have to publish numbers of the firm. Harga saham dapat dipengaruhi oleh jumlah earning yang dihasilkan perusahaan. Menganalisis earnings dapat dilakukan dengan trend model dan common model. Trend analisis menganalisis berdasarkan trend earning yang terjadi setiap periode perusahaan. Analisis trend mengkombinasikan persentase angka dan faktor-faktor analisisnya. Sedangkan common size analisis merupakan analisis rasio berdasarkan laporan yang telah di reformulate. Rasio analisis dapat berupa valuation merupakan penilaian untuk memforecast nilai perusahaan berdasarkan equity dapat berdasarkan dividend, free cash flow, atau residual Income. Thank you STIE Swastamandiri Surakarta

Barriers Language of Work and Holiday Visa

A. PENDAHULUAN 
Bahasa merupakan alat komunikasi dalam kegiatan bisnis maupun aktivitas sehari-hari. Kebanyakan orang menganggap bahwa bahasa menjadi problem tersendiri ketika ingin mengembangkan diri ke luar negaranya. Orang harus berfikir ribuan ulang untuk pergi dan keluar dari zone comfort menuju tempat baru dengan bahasa lokal setempat yang sangat minim dijadikan alat komunikasi. Beberapa orang telah mencoba hal ini dan tidak jarang masyarakat lokal setempat tidak mengerti apa yang diucapkan seseorang dengan bahasa lokalnya. Hal ini dikarenakan dialek dan penyusunan pola kalimat yang belum terbiasa saja. Berbeda hal dengan bisnis, bahasa dianggap sebagai language of business dalam praktik dan kegiatan transaksi internasional. Barriers of languange menjadi sangat tipis sekali dalam praktik kegiatan transaksi internasional pada perusahaan-perusahaan yang akan melakukan ekspansi ke negara-negara home country. Perusahaan dituntut untuk mempromosikan produk maupun jasa mereka dengan bahasa lokal disertai aturan sosial budaya yang telah mengakar kuat dalam masyarakat. Ruang ligkup perdagangan internasional tidak hanya terbatas pada batas-batas politik, budaya, valas, dan hukum perdagangan internasional. Setiap negara memiliki budaya dan bahasa yang berbeda. Perusahaan memiliki interaksi lebih dengan bahasa lokal sebagai alat komunikasi. Setiap pengekspor maupun pengimpor harus mempelajari kendala atau hambatan yang sengaja dikeluarkan oleh negara lain. Salah satu kendala yang dihadapi yakni bahasa komunikasi masing-masing pelaku transaksi perdagangan internasional. Berbagai supplier dan buyer dari berbagai negara dengan karakteristik yang berbeda menjadikan tantangan sendiri dalam menjalankan bisnis internasional. Sehingga bahasa dapat dijadikan sebagai hambatan maupun faktor pendorong. Bahasa inggris sebagai bahasa universal disusul dengan bahasa perancis menjadikan syarat mutlak alat komunikasi perdagangan internasional. Namun menurut Gustav Kusno (2015), bahasa inggris bukan sebagai bahasa yang banyak dipergunakan, bahasa inggris dipergunakan sebagai bahasa universal. Bahasa yang banyak dipergunakan yakni bahasa mandarin. Bahasa inggris diterima sebagai bahasa perdagangan dikarenakan penggunaannya yang luas dan sebagian negara-negara di dunia menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa utama. Bekerja di luar negeri menjadikan tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Kendala bahasa dan budaya negara tujuan memiliki keunikan tersendiri bagi ekspatriat. Bekerja sambil berlibur mulai diminati berbagai warga di seluruh dunia. namun, informasi mengenai work and holiday menjadi sangat tertutup jika terbentur dengan persyaratan yang diajukan dengan bahasa dimana menjadi syarat utamanya. Kualitas sumber daya masyarakat Indonesia masih jauh dari harapan dalam menghadapi era perdagangn internasional. Menghadapi era pasar global MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) menjadi dilema di kalangan publik dan pemerintah. Sebenarnya seberapa siap Indonesia menghadapi tantangan global yang dapat mengancam atau memajukan perekonomian Indonesia. MEA bertujuan meningkatkan upaya kemakmuran ekonomi secara merata oleh negara-negara ASEAN. Peningkatkan kemampuan berintegrasi global tersebut dilakukan dengan tahapan integrasi pasar domestik sebagai pasar tunggal dan integrasi berbasis produksi sehingga dapat meningkatkan daya saing di tengah pasar global. Namun hal tersebut belum dapat optimal mengingat kondisi usaha mikro dan menengah (UKM) dan kualitas sumber daya manusia yang masih rendah daya saingnya (Nagel, 2014: 4). Peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan dengan meluasnya penggunaan bahasa asing dalam perdagangan global. Masyarakat diharuskan dan diharapkan memiliki kesadaran lebih dalam meningkatkan penguasaan dan skill bahasa asing tersebut. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat tersebut maka kegiatan bisnis dan transaksi internasional bukan menjadi hambatan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk go public baik secara domestik maupun internasional. 

B. PEMBAHASAN 
Indonesia mempunyai masalah mendasar terkait dengan kualitas sumber daya manusia. Indeks pembangunan manusia Indonesia 2014 (UNDP) berada pada posisi 108, sementara Malaysia menempati urutan ke-64 dan Singapura no-9. Di kawasan ASEAN, Indonesia mempunyai potensi sumber daya alam yang sangat melimpah dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura. Namun dalam hal sumber daya manusia, Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara tersebut. Masyarakat yang dapat mengakses pendidikan perguruan tinggi pun jumlah nya juga masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura. Problema pendidikan di Indonesia masih menjadi hal yang dundamental untuk senantiasa ditingkatkan agar masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dalam era persaingan global. Era persaingan global meuntut warga dunia untuk berkerja di luar negeri. Perusahaan di seluruh dunia mengembangkan bisnisnya secara transnegara sehingga memerlukan ekspatriat ke negara tujuan. Proses ini seringkali emiliki beberapa kendala seperti shock culture dengan makanan, cuaca, dan bahasa menjadi kendala utama. Hal ini dapat diantisipasi dengan mengikuti kursus bahasa maupun adaptasi di negara baru untuk beberapa bulan. Sejak tahun 2009 Pemerintah Indonesia dan Australia menjalin kerjasama berkaitan dengan program bekerja dan berlibur. Working and Holiday Visa (Subclass 462) merupakan visa yang memperbolehkan WNI untuk bekerja sambil berpergian selama 12 bulan di Australia. Selain bekerja WNI juga diizinkan berlibur selama casual (diluar jam kerja). Sebenarnya banyak sekali subclass visa untuk negara Australia namun penulis hanya akan memaparkan visa jenis ini. Selama program berlangsung telah terjadi pembatasan kuota dari tahun 2009-2012 hanya 100 orang saja yang dapat mengajukan Work and Holiday Visa. Hal ini menunjukkan masih rendahnya kualitas sumber daya Indonesia di dunia Internasional. Namun tahun 2012 terjadi negosiasi ulang sehingga pembatsan kuot menjadi 1000 orang per tahun yang bekerja dan berlibur di Australia. Meningkatnya jumlah kuota menunjukkan hasil positif meningkatnya WNI yang berkerja di Australia dari tahun ke tahun. Meskipun belum mencapai kuota setiap tahunnya diharapkan masyarakat semakin berkembang untuk berintegrasi dengan persaingan global. Berikut proses pengajuan WHV: a. Online Registrasi untuk mengajukan surat rekomendasi ke Direktorat Jendral Imigrasi Republik Indonesia dan jika diterima berkas-berkas tersebut akan dilakukan wawancara oleh pihak Imigrasi. b. Memasukkan dokumen kelengkapan di AVAC (Australian Visa Application Centre) c. Mendapat HAP ID dari Kedutaan Australia melalui email d. Melakukan Medical Check up di rumah sakit yang diminta oleh Kedutaan Australia e. Mendapat pemberitahuan yang disetujui melalui email Persyaratan pengajuan Work and Holiday Visa (WHV) hanya bisa dilakukan WNI setingkat perguruan tinggi saja. Sementara setiap tahun hanya 20% WNI lulusan SMA dan SMK yang mampu mengakses perguruan tinggi setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan di Indonesia masih berada di batas bawah standar dunia pendidikan Internasional. Pendidikan di Indonesia juga masih terfokus pada pulau Jawa saja. Sehingga akses dan pemerataan daerah-daerah di luar pulau Jawa masih menjadi dilema bagi pemerintah. Berbagai requirement yang cukup menyita waktu dan uang dapat menurunkan minat WNI yang bekerja di Australia sehingga tidak pernah mencapai kuota yang diharapkan. Selain baground pendidikan, syarat yang lainnya yakni sertifikat bahasa asing (English) setingkat fungsional diamana IELTS 4.5 dan TOEFL iBT 46 dengan completed within 12 months of visa application lodgement dari AVAC (Australian Visa Application Center). Semua proses pengajuan Visa memerlukan waktu sekitar 7 bulan dan ketika batas kuota ditutup pada akhir juli, maka pelamar akan terdaftar kuota tahun selanjutnya. Bahasa dan baground pendidikan menjadi hambatan masyarakat Indonesia dalam menghadapi era persaingan global. Sementara pendidikan dan bahasa menjadi satu paket yang tidak terpisahkan dimana hal tersebut masih sedikit masyarakat Indonesia yang mengenyam pendidikan hingga setaraf perguruan tinggi. 

C. PENUTUP 
Diperlukan kesadaran dari masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam menyambut era persaingan global. Pemerintah sebagai organisasi fasilitator berkesempatan untuk mengembangkan sarana prasarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia berkelanjutan. Bahasa inggris merupakan bahasa internasional yang dapat menjadi border house antara Indonesia dengan dunia Internasioal. 

DAFTAR PUSTAKA 
Nagel, P. Julius F. (2013). Peluang Dan Tantangan Ukm Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015. Sustainable Competitive Advantage (SCA) 3.1. http://www.pedidikanindonesia.com/2015/01/potret-dunia-pendidikan-di-indonesia.html http://farhanifajria26.blogspot.co.id/2015/04/hambatan-perdagangan-internasional-di.html http://www.kompasiana.com/gustaafkusno/sepuluh-bahasa-terbanyak-dipakai-di-dunia_550abf13a333119d712e3aa6 
http://sains.me/1586/tanyasains-mengapa-bahasa-internasional-menggunakan-bahasa-inggris.html/ Forum Work and Holiday Visa Indonesia

Getting Dissent


Recent days, I'm well suited in my condition, last exam in my last grade. Today, my exam discovered at 101. so fascinate, this is first time my friends wait me till my late coming. Dear, I'm so sorry to say that I think i'll be okay going late. But, that's a problem to others and My friends called Where you ? I'm on going. My busies starting before call dawn, my fingers so quickly when I got idea to write my paper. I have to submit 2 task and one exam. Done, I gradually study and do my task and done before dateline. And last is my paper, so confuse and limit literatur, my mind doesn't want to share my opinion eventhough I waste full days to read and find idea. Because I have to help doing something I still focus on my paper, He ask my time 3 hours to be an consultant. Beyond on it last semester I didn't do the task coz my limit time and capabilities. I did realize we get the right answer with the system. I'm so smile when it finish and done. Okay , focus on your paper. go straight forward. Then, coming on my dormitory, I can't to do something, my mind was fully and uncover to read and do my paper. Lying on my bed till morning. Get up, paper is waiting you. Time so stuck when I said aside my opportunity harshly. So, once, late and over dateline was so shy beyond on me. haha one lesson. be dateliners. and then the environment is so affect negative. one goal, you have to finish it before the dateline. Some time, so resentful to avoid this condition and understood what others want to do together. The word, Together and till endless. I conclude in this last semester, Are we have not solid inside on the right way. So, who will getting emphasize, dateliners or laziers.. ??? Be more diligent and respectfully to others inside you want to do same as.

20 Jan 2016

You Need Others


Honestly, I would like to pursue my master degree. I always hope that the God had planned the best for everyone in each person. My ways didn’t come as luckily, there’s harshly and effort aside the plan’s God. I just realize that mine is worth able for others. I doesn’t have money, materiality, and sense to doing something. Entering my fourth grade in my college, I found from my younger semester a non-profit Organization majoring social activities in Sumbawa province. As we Known Sumbawa is the poorest, under-facilities, restrictive education and so on. The society still has lack of pure water, electric, and moreover. Therefore, they use electric from water generator or surya panel. The human resource also still underdeveloped which the teenager doesn’t have access to get Education. Look through the story of Carlo when he spent her Holiday, the child want to speak to Carlos but the child doesn’t speak in English. Then Carlos visiting the village of the child, What’s happen ? All of the children contain 120 children come there, He agree to teach English to the children and everyday Carlos taught them during 3 weeks. After that, Carlos back to Barcelona, He was a lawyer at Price Water Coopers. Few month later, he make a journey to Sumbawa again every years as volunteer. He realized that doing goodness to others and money is nothing. He put all in a hope for Sumbawa. I’m very impressed to this action and the organization name is Harapan Sumbawa. How is the great deal of Carlos life to move to Sumbawa and develop rural place that doesn’t have a lightening. As Indonesian so much big question for all, this is still our country, our relatives, same blood and else. Sometimes I regret when my college I’m not doing something with my restrictiveness and lacking access outside. We only thing a joy which without feels grief others. Our conditions was blind us, so that we don’t know the others instant we doesn’t have different ways. I so embarrassed as agent of change, this is dawned me to improve my passion in Education. Education is one of better way to change our life. Now, what should I do, my sociality was very scantiness. When I have an opportunity before pursuing my master, I want to do social activities where support my master. So there’s something that I really wrestling and hard striking in the future. I could gain my ability to others endless with my education. Last but not least, I’m not clever, rich, and insight girls, but my conditions always push me to be better and enrich knowledge with experience and sharing to others. Thanks for your Kindness for reading my story. :) My doormitory room space.

5 Jul 2015

Anggaran traditional versus Anggaran Modern Sektor Publik


Penggangaran Tradisional versus Penggangaran Modern Pendekatan anggaran dalam sektor pemerintah telah menagalami banyak perubahan. penggangaran tradisional telah banyak digunakan di negara-negara berkembang dengan dua karakteristik utama yakni incrementalism dan line-item. anggaran tradisional incrementalism hanya menambah atau menggurangi jumlah rupiahnya dengan dasar anggaran tahun sebelumnya. anggaran ini hanya menyesuaikan tingkat inflasi, jumlah penduduk, pendapatan daerah dsb tanpa memperhatikan value for money(V3M). akibatnya pada akhir tahun anggaran akan terjadi sisa lebih sehingga pengalokasian anggaran dipaksakan pada kegiatan kegiatan yang kurang penting. anggaran ini mneggunakan konsep historic cost of service. kemudian karakteristik dari line item dimana struktur anggaran bersifat pada penerimaan dan pengeluaran yang tidak dapat dihilangkan. line item ini menyebbkan tidak ada perkembangan ataupun penyesuaian dengan item penerimaan dan belanja lainnya dan bersifat umum karena tidak dapat disesuaikan, misalnya pengeluaran untuk gaji, pengeluaran untuk belanja barang. struktur line item ini tetap diadakan untuk mengontrol pengeluaran agar tidak mengalami defisit atau overbudgeting. Pendekatan tradisional ada 2 macam yakni, 1. Traditional way Pendekatan kasus tradisional way dapat diterapkan pada beberapa contoh pembangunan infrastruktur di Indonesia. Kontraktor yang digunakan untuk melakukan pembangunan merupakan kontraktor pihak swasta yang memenangkan tender yang kemudian proyek dibiayai oleh pemerintah. setelah pembangunan proyek selesai pemerintah mengambil alih proyek tersebut. misalkan Rumah sakit daerah. Pemerintah mengurusi kegiatan operasional hingga pendapatan rumah sakit tersebut. 2. Modern Way Pada kasus modern way, kontraktor dan pemerintah sama-sama melakukan kerja sama dalam pembangunan proyek yang didanai oleh pemerintah. Setelah proyek selesai, proyek diserahkan pertanggungjawaban pengelolaannya kepada pihak swasta. seluruh pengelolaan rumah sakit menjadi tanggung jawab pihak swasta atas nama pemerintah, kemudian jika terjadi laba maka hasilnya juga akan dibagi rata pemerintah dan sektor swasta. Kelemahan anggaran Tradisional - hubungan pembangunan terputus antara pembangunan tahunan dengan rencana jangka panjang dikarenakan anggaran hanya berbasis pada anggaran sebelumnya tanpa memperhatikan rencana jangka panjang pemerintah. - Pendekatan incremental menyebabkan anggaran tidak diperiksa pengeluarannya secara eksplisit. - lebih berorientasi pada input daripada output sehingga anggaran tidak dapat dijadikan alat evaluasi kerja, pilihan kerja, dan kebijakan yang tepat. - sekat-sekat yang kaku dimana tidak ada kegiatan yang saling melakukan koordinasi secara intensif menyebabkan tujuan nasional sulit tercapai. Anggaran Rasional Pada era globalisasi pemerintah berperan lebih dalam memberdayakan masyarakat. Peran pemerintah dalam penyediaan good governance meningkat dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya. Sumber daya manusia juga menentukan peran penting dalam penyediaan jasa pemerintah. Anggaran ini dikenal sebagai era New Public manajemen. Anggaran berbasis kinerja yang merupakan paradigma kinerja sebagai bagian dari performance pemerintah yang bukan berorientasi pada kebijakan. NPM menimbulkan paradigma baru mengenai effisiensi, effektivitas, dan economist dalam pratik penyelenggaran kegiatan pemerintah. Proses penggangaran terpisah antara pendapatan dan penyertaan modal yang berorientasi pada mekanisme pasar bukan lagi pada orientasi prosedural. berikut perbedaan anggaran tradisional dengan NPM:
Setelah munculnya pendekatan NPM, maka muncul berbagai pendekatan dalam NPM salah satunya anggaran berbasis kinerja (performance Budget), pendekatan kinerja disusun untuk mengatasi berbagai kelemahan sistem penggangaran tradisional yang tidak memiliki indikator atau pun tolak ukur yang jelas dalam penyelenggaraan kegiatannya. pendekatan ini mengutamakan konsep value for money dalam pengukuran sebuah kinerja yang isitematik dan rasional. Diharapkan dengan penentuan tolak ukur (indikator) dan pengawasan kinerja orientasi performance pemerintah menajdi semakin jelas dan terarah. Siti Rahayu STIE Swastamandiri Surakarta 2015 www.Riswanarifin.wordpress.com